Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Januari 2014
Pekerja Kafe Siber Ditemui Mati Ditikam

MELAKA TENGAH – Seorang pekerja kafe siber ditemui mati ditikam di Taman Limbongan Permai, awal pagi tadi.
Dalam kejadian kira-kira jam 4.30 pagi itu, mangsa Goh Meng Yee, 23, dipercayai ditikam oleh teman lelakinya selepas berlaku pergaduhan di antara mereka.
Ketua Polis Daerah, Asisten Komisioner Salehhudin Abdul Rahman, berkata siasatan awal mendapati selepas menikam mangsa suspek berusia 23 tahun itu dipercayai bertindak menikam diri sendiri.
“Mangsa disahkan mati di tempat kejadian dengan kesan tikaman di perut dan satu pisau rambo turut ditemui bersebelahan mangsa.
“Suspek yang cedera dihantar ke Hospital Melaka untuk rawatan dan akan ditahan bagi membantu siasatan,” katanya ketika ditemui.
Beliau berkata, motif kejadian masih dalam siasatan dan kes disiasat mengikut Seksyen 302 Kanun Keseksaan. – BH Online
Minggu, 22 Desember 2013
Budak Ditembak Mati Adalah Anak Pengganas
Budak Ditembak Mati Adalah Anak Pengganas

Bapa budak berkenaan yang berusia 35 tahun itu masih dirawat di Hospital Lahad Datu dan akan ditahan selepas dibenarkan keluar wad, kata Ketua Polis Negara, Tan Sri Ismail Omar.
Mereka ditembak ketika pasukan keselamatan sedang memeriksa beberapa orang yang disyaki ada kaitan dengan pengganas apabila terlihat pergerakan di kawasan berhampiran.
Selepas memeriksa kawasan itu, pasukan keselamatan menemui lelaki berkenaan yang cedera dan budak yang meninggal dunia.
Filipina tahan dua bot
Ismail berkata, polis akan mendapatkan kerjasama Filipina berhubung laporan pihak berkuasa negara itu menahan dua bot dinaiki 35 orang bersenjata di Tawi-Tawi, dipercayai dalam pelayaran ke Lahad Datu.
Katanya, pasukan keselamatan Malaysia belum dimaklumkan mengenainya tetapi maklumat lanjut akan diperoleh daripada pihak berkuasa Filipina.
Kita akan siasat dan dapatkan maklumat pihak berkuasa sana (Filipina), katanya selepas sidang media bersama Panglima Angkatan Tentera, Jeneral Tan Sri Zulkifeli Mohd Zin, semalam.
Media Filipina www.philstar.com dipetik melaporkan Tentera Laut Filipina memintas 35 pengikut Jamalul Kiram III yang menaiki dua bot di perairan Tawi-Tawi, dipercayai ke Lahad Datu, jam 6.30 pagi waktu tempatan.
Jurucakap tentera berkenaan, Leftenan Komander Gregory Fabic, dilaporkan berkata bot itu ditahan berhampiran bandar Andoligan. Turut dirampas beberapa senjata api dan bahan letupan.
Pos kawalan
Sementara itu, Ismail berkata, polis akan menyusun semula pola penempatan pos kawalan di jalan yang dipercayai digunakan pengganas bagi memastikan mereka tidak dapat meloloskan diri.
Saya sudah mengarahkan Pesuruhjaya Polis Sabah (Datuk Hamza Taib) mencari lokasi strategik untuk membina pos kawalan di jalan digunakan pengganas Sulu dan pos di pesisir pantai, katanya.
Penyusunan semula itu penting bagi meningkatkan keyakinan masyarakat mengenai keselamatan mereka.
Katanya, polis juga akan menyusun semula penggunaan pegawai dan anggota pelbagai cawangan untuk menjaga keamanan dan ketenteraman awam di negeri ini.
Senin, 09 Desember 2013
7 Ksatria yang mati dengan cara konyol
Sejarah telah membuktikan bahwa aksi-aksi heroik sang pahlawan selalu berujung dengan kematian yang membanggakan. Dan itulah yang kita tahu sampai sekarang. Tetapi, ternyata sejarah juga pernah mencatat bahwa ada beberapa kisah ksatria yang justru berakhir dengan memalukan, bahkan benar-benar memalukan. Pastinya mereka tidak ingin kematian mereka dikenang untuk kemudian dicatat dalam sejarah. Berikut adalah daftar para ksatria yang mati dengan cara yang sangat konyol dan memalukan.
1. Empedokles
(Cara kematian : melemparkan diri ke sebuah gunung berapi untuk menjadi dewa)

Empedokles adalah seorang filsuf Yunani yang paling dikenal karena teori klasik dari empat elemen. Dikatakan bahwa Empedokles melemparkan dirinya ke gunung berapi aktif Etna di Sisilia untuk membodohi para pengikutnya agar percaya bahwa tubuhnya telah menghilang ke langit dan ia akan terlahir kembali sebagai dewa. Sayangnya, salah satu sandalnya tersangkut dan tidak ikut terlempar ke gunung berapi dan kemudian ditemukan oleh para pengikutnya. Kemudian para pengikutnya sadar bahwa mereka telah dibodohi oleh orang bodoh.
2. Pyrrhus Epirus
(Cara kematian : tewas karena dilempar genteng oleh nenek-nenek)

Pyrrhus Epirus adalah salah satu penakluk terbesar dalam sejarah. Puluhan kerajaan telah ia taklukan. Sampai pada saatnya Pyrrhus ditugaskan oleh Cleonymus untuk mengalahkan Sparta dan dijanjikan tahta Sparta. Tapi Pyrrhus lupa akan kehebatan Spartan. Ia dikalahkan prajurit Spartan, sehingga ia pindah ke Argos. Sialnya, ketika ia memasuki kota melalui jalan-jalan sempit dengan menunggangi gajah, seorang perempuan tua yang tidak senang dengan konflik yang telah ia ciptakan, melemparkan genteng ke arahnya dari balkon dan Pyrrhus pun tewas dalam seketika.
3. Eleazar Maccabeus - 162 SM
(Cara kematian : dibunuh oleh gajah yang ia bunuh)

Kematian Eleazar Maccabeus dikisahkan dalam kitab Perjanjian Lama "I Maccabeus". Dalam Pertempuran Beth-Zakharia, Eleazar melihat musuh bebuyutannya, Raja Antiokhus V menunggang gajah. Kemudian ia berfikir untuk melakukan aksi heroik dengan membunuh gajah dan raja Antiokhus. Eleazar melompat di bawah gajah dan menikam perut gajah dengan tombak. Apa yang selanjutnya terjadi ternyata gajah yang mati jatuh tepat di atas Eleazar dan membunuhnya dengan seketika.
4. Humphrey de Bohun - 1322
(Cara kematian : anus tertusuk tombak)

Humphrey de Bohun adalah anggota kerluarga Anglo-Norman di Inggris. Ia mendapat perintah dari Raja Edward II untuk memimpin pasukan dalam Pertempuran Boroughbridge melawan Harclay, Humphrey de Bohun tewas dengan cara yang benar-benar konyol. Humphrey de Bohun memimpin pertarungan di sebuah jembatan kayu. Lalu salah seorang dari Harclays pikemen bersembunyi di bawah jembatan, ia mendorong tombak ke atas jembatan di antara jepitan papan kayu. Secara tidak sengaja, tombak tersebut tepat mengenai anus Humphrey. Humphrey de Bohun tewas dan para prajuritnya pun panik dan melarikan diri.
5. King Edward II - 1327
(Cara kematian : anus tertusuk obor besi)

King Edward II memimpin Inggris selama 20 tahun (1307-1327). Ia lebih senang memiliki hubungan khusus dengan pria daripada dengan wanita. Setelah ia turun tahta dan dipenjarakan, istrinya Isabella (yang marah karena hubungan dekat raja dengan seorang pemuda di Royal Court) mengusulkan cara eksekusi yang sedikit aneh. Pada malam 11 Oktober ketika sedang tertidur di penjara, tiba-tiba raja ditangkap dan diseret. Sialnya, ketika memberontak leher sang raja tersangkut tempat tidur dan tercekik. Pengawal yang menyerat Raja terjatuh dan lebih sialnya lagi obor yang dibawa pengawal jatuh tepat di bagian anus raja. Raja tewas dengan seketika tanpa hukuman.
Keterangan : King Edward II adalah raja dari Humphrey de Bohun. Mereka tewas dengan cara yang sama
6. Kaisar Mughal Humayun - 1556
(Cara kematian : Tersandung jubah dan jatuh dari tangga)

Kaisar Mughal Humayun adalah penguasa agung yang memerintah Afghanistan, Pakistan, dan bagian utara India dari 1530-1540 dan 1555-1556. Dia adalah seorang pecinta seni dan astronomi. Namun ia juga sangat religius dan inilah yang menyebabkan ia jatuh (benar-benar terjatuh). Ketika ia membawa buku dari perpustakaan, Humayun mendengar panggilan doa. Kebiasaannya adalah menumpukan satu lutut ketika mendengar panggilan doa kapanpun dan di manapun ia berada. dan ketika ia menekuk lutut, kakinya tersandung dalam lipatan jubah panjang. Dia kebetulan sedang berdiri di atas sebuah tangga kecil. Humayun jatuh dari tangga dan kepalanya terbentur hingga tewas dalam seketika.
7. Julien Offray de La Mettrie - 1751
(Cara kematian : kebanyakan makan)

Julien Offray de La Mettrie adalah seorang dokter Perancis, filsuf dan orang jenius. Dia percaya bahwa kesenangan sensual (seperti makan dan seks) adalah satu-satunya alasan untuk hidup, sehingga ia memutuskan untuk menjalani hidupnya dengan prinsip itu. Julien adalah seorang ateis dan percaya bahwa kehidupan di bumi ini hanya sebuah lelucon dan akan berakhir dengan kepuasan diri. Ironisnya, ia meninggal setelah makan terlalu banyak di sebuah pesta yang diadakan oleh pasien yang ia sembuhkan.
Langganan:
Postingan (Atom)