Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 Maret 2014
Fakta Unik Tentang Pikiran Pria vs Wanita

Seringkali Anda mendengar, wanita sulit memahami pria, dan demikian pula sebaliknya. Memang pria dan wanita dilahirkan dengan perbedaan karakter yang khas. Tak ada yang salah atau benar dalam pemikiran baik itu dari gaya pria ataupun wanita.
Perbedaan ini kadang saling melengkapi, kadang saling mengisi. Namun sebagaimana perbedaan, kadang ada juga yang berbenturan. Ini dia beberapa fakta mengenai perbedaan pola pikir pria dan wanita.
Bahasa
Wanita itu bisa cepat mempelajari berbagai macam bahasa. Mulai dari bahasa lokal, bahasa internasional, bahasa gaul, sampai bahasa kalbu. Tapi, mereka seringkali sulit menyelesaikan masalah.
Sedangkan pria memang bukan orang yang cepat memahami bahasa. Tapi, pria adalah sosok yang sangat bisa menemukan solusi untuk masalah mereka. Oleh karena itu, dalam masalah bahasa, anak perempuan lebih cepat menguasai berbagai macam topik daripada anak laki-laki.
Cara Menganalisa
Otak pria memiliki banyak space untuk bisa menampung berbagai masalah yang rumit. Selain menganalisa, mereka bisa cepat menemukan solusi. Itulah sebabnya seorang pria sering dipuji karena logikanya.
Lain halnya dengan wanita. Pemetaan pikirannya memang cukup rumit. Bila pria bisa memahami peta dengan lebih strategis dan bisa menemukan jalan pintas, maka wanita lebih sulit menemukan jalan pintas itu dan lebih mudah menemukan jalan biasa yang mungkin makan rute jauh.
Multitasking
Sudah bukan rahasia bahwa seorang wanita adalah sosok yang paling bisa melakukan banyak hal dalam satu kesempatan. Misalnya nonton TV sambil telepon, memasak dan merapikan cat di kukunya.
Sementara pria paling tidak bisa melakukan multi tasking, Untuk pria, lebih baik fokus di satu hal daripada mengerjakan banyak hal tapi berujung berantakan. Hmm, hal ini berlaku juga nggak ya dalam multitasking percintaan? Wew, jangan sampai ya, Ladies. Bisa berantakan semua nanti entah itu pria atau wanita.
Berbohong
Pria itu paling tak bisa berbohong di depan wanita. Mengapa? Karena insting otak wanita lebih bisa mengendus kebohongan pria 70% lebih baik saat menganalisa wajah. 20% pada bahasa tubuh dan 10% pada kata-kata pria. Itulah mengapa pria tidak berbohong saat sedang face to face.
Wanita, paling pintar melakukan kebohongan pada pria. White lies atau black lies, pria sulit mengendusnya walau mereka bisa mencium kejanggalan saat pasangan mereka selingkuh.
Harapan
Pria menginginkan status, kesuksesan, proses besar dan solusi. Sedang kan wanita hanya menginginkan hubungan yang hangat, pertemanan dan keluarga. Itulah mengapa wanita selalu bisa mengajarkan kesederhanaan dan berbagai hal emosional pada pria. Sementara pria memberikan visi misi yang besar dan mengajarkan perjuangan pada seorang wanita.
Bicara Dan Mengendalikan Emosi
Wanita menggunakan bahasa yang tidak langsung dan inilah yang sering membuat pria pusing. Sementara pria menggunakan bahasa yang to the point dan inilah yang sering membuat wanita merasa pria kurang peka.
Dalam mengendalikan emosinya, wanita tergolong meluap-luap. Wanita bisa mengutarakan tanpa berpikir dua kali. Pria pun tak bisa dikatakan mengendalikan emosinya dengan baik. Meski mereka bisa berpikir logis, tapi kalau sudah urusan hati dan emosi, kadang pria bertindak tanpa berpikir.
Perbedaan pria dan wanita bukanlah yang membuat mereka selalu berbenturan. Justru saling melengkapi dan mengenal istilah cinta. Bila pun Anda dan dia tidak sepakat, tak berarti perbedaan itu tak ada manfaat.
Perbedaan ini kadang saling melengkapi, kadang saling mengisi. Namun sebagaimana perbedaan, kadang ada juga yang berbenturan. Ini dia beberapa fakta mengenai perbedaan pola pikir pria dan wanita.
Bahasa
Wanita itu bisa cepat mempelajari berbagai macam bahasa. Mulai dari bahasa lokal, bahasa internasional, bahasa gaul, sampai bahasa kalbu. Tapi, mereka seringkali sulit menyelesaikan masalah.
Sedangkan pria memang bukan orang yang cepat memahami bahasa. Tapi, pria adalah sosok yang sangat bisa menemukan solusi untuk masalah mereka. Oleh karena itu, dalam masalah bahasa, anak perempuan lebih cepat menguasai berbagai macam topik daripada anak laki-laki.
Cara Menganalisa
Otak pria memiliki banyak space untuk bisa menampung berbagai masalah yang rumit. Selain menganalisa, mereka bisa cepat menemukan solusi. Itulah sebabnya seorang pria sering dipuji karena logikanya.
Lain halnya dengan wanita. Pemetaan pikirannya memang cukup rumit. Bila pria bisa memahami peta dengan lebih strategis dan bisa menemukan jalan pintas, maka wanita lebih sulit menemukan jalan pintas itu dan lebih mudah menemukan jalan biasa yang mungkin makan rute jauh.
Multitasking
Sudah bukan rahasia bahwa seorang wanita adalah sosok yang paling bisa melakukan banyak hal dalam satu kesempatan. Misalnya nonton TV sambil telepon, memasak dan merapikan cat di kukunya.
Sementara pria paling tidak bisa melakukan multi tasking, Untuk pria, lebih baik fokus di satu hal daripada mengerjakan banyak hal tapi berujung berantakan. Hmm, hal ini berlaku juga nggak ya dalam multitasking percintaan? Wew, jangan sampai ya, Ladies. Bisa berantakan semua nanti entah itu pria atau wanita.
Berbohong
Pria itu paling tak bisa berbohong di depan wanita. Mengapa? Karena insting otak wanita lebih bisa mengendus kebohongan pria 70% lebih baik saat menganalisa wajah. 20% pada bahasa tubuh dan 10% pada kata-kata pria. Itulah mengapa pria tidak berbohong saat sedang face to face.
Wanita, paling pintar melakukan kebohongan pada pria. White lies atau black lies, pria sulit mengendusnya walau mereka bisa mencium kejanggalan saat pasangan mereka selingkuh.
Harapan
Pria menginginkan status, kesuksesan, proses besar dan solusi. Sedang kan wanita hanya menginginkan hubungan yang hangat, pertemanan dan keluarga. Itulah mengapa wanita selalu bisa mengajarkan kesederhanaan dan berbagai hal emosional pada pria. Sementara pria memberikan visi misi yang besar dan mengajarkan perjuangan pada seorang wanita.
Bicara Dan Mengendalikan Emosi
Wanita menggunakan bahasa yang tidak langsung dan inilah yang sering membuat pria pusing. Sementara pria menggunakan bahasa yang to the point dan inilah yang sering membuat wanita merasa pria kurang peka.
Dalam mengendalikan emosinya, wanita tergolong meluap-luap. Wanita bisa mengutarakan tanpa berpikir dua kali. Pria pun tak bisa dikatakan mengendalikan emosinya dengan baik. Meski mereka bisa berpikir logis, tapi kalau sudah urusan hati dan emosi, kadang pria bertindak tanpa berpikir.
Perbedaan pria dan wanita bukanlah yang membuat mereka selalu berbenturan. Justru saling melengkapi dan mengenal istilah cinta. Bila pun Anda dan dia tidak sepakat, tak berarti perbedaan itu tak ada manfaat.
Minggu, 02 Februari 2014
Wanita Wanita Penyelam Hebat dari Timur Jauh
Negeri-negeri di ujung timur seperti Jepang dan Korea memiliki beragam tradisi nan unik dan menakjubkan. Salah satunya adalah kedigdayaan para perempuan yang bekerja keras demi keluarga. Mereka bahkan rela mencari ikan menyelam ke laut dalam tanpa peralatan apa pun. Ternyata tradisi ini sudah bertahan sejak ribuan tahun.
Di Jepang, mereka disebut Ama (kata "ama" juga dipakai untuk penyelam laki-laki, namun yang membedakan penulisan huruf kanjinya). Para penyelam ini mencari ikan hingga kedalam 25 meter atau lebih di bawah laut tanpa tangki oksigen atau alat bantu pernapasan lainnya.
Di Jepang, mereka disebut Ama (kata "ama" juga dipakai untuk penyelam laki-laki, namun yang membedakan penulisan huruf kanjinya). Para penyelam ini mencari ikan hingga kedalam 25 meter atau lebih di bawah laut tanpa tangki oksigen atau alat bantu pernapasan lainnya.

smh.com.au
Konon ama sudah ada sejak 2000 tahun lalu. Beberapa referensi yang menyebut tentang ama misalnya koleksi puisi Manyoshu dari abad ke 8 dan buku Sei Shonagons dari abad ke 10. Ama juga pernah dimunculkan dalam film James Bond "You Only Live Twice" (1967).
Hingga tahun 1960-an, perempuan yang menjadi ama biasa berenang bertelanjang dada. Pelindung tubuh hanya di bagian perut ke bawah, yang disebut fundoshi. Seiring perubahan jaman, barulah mereka menggunakan pakaian yang lebih lengkap.
Hingga tahun 1960-an, perempuan yang menjadi ama biasa berenang bertelanjang dada. Pelindung tubuh hanya di bagian perut ke bawah, yang disebut fundoshi. Seiring perubahan jaman, barulah mereka menggunakan pakaian yang lebih lengkap.

en.wikipedia.org

i-art-rachel.blogspot.com
Ada beberapa teori yang menyebabkan para perempuan tersebut menjadi penyelam laut dalam. Kemungkinan di jaman dulu jumlah lelaki dan perempuan seimbang. Ketika kaum laki-laki memilih pergi berlayar menjadi pelaut, para wanita yang berdiam di rumah mencari ikan dengan cara menyelam. Akhirnya kebiasaan ini diteruskan dari generasi ke generasi.
Haenyo
Hampir serupa dengan Jepang, di Korea juga ada tradisi yang mirip. Kaum wanita penyelam laut dalam ini disebut Haenyo (arti: wanita laut) dan banyak terdapat di propinsi Jeju.

skippingstarsproductions.wordpress.com
Menurut hikayat, hingga abad ke-19 menyelam untuk mencari ikan hanya dikerjakan oleh kaum pria. Tingginya pajak yang dikenakan oleh kerajaan membuat pekerjaan ini tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya para wanita yang mengambil alih.
Uniknya, ketika para wanita pergi menyelam maka kaum pria yang bertugas sebagai bapak rumah tangga di rumah merawat anak. Bisa dibilang, kaum perempuan menjadi kepala rumah tangga. Pemandangan seperti ini bisa dijumpai di Pulau Mara.
Uniknya, ketika para wanita pergi menyelam maka kaum pria yang bertugas sebagai bapak rumah tangga di rumah merawat anak. Bisa dibilang, kaum perempuan menjadi kepala rumah tangga. Pemandangan seperti ini bisa dijumpai di Pulau Mara.

odditycentral.com
Namun belakangan, berkembangnya industri di Korea semakin memangkas habis jumlah haenyo. Banyak perempuan yang bertumbuh dewasa memilih bekerja di pabrik atau pindah ke kota besar. Bila di tahun 1950 dilaporkan masih ada sekitar 30.000 penyelam wanita, kini data yang diambil tahun 2003 silam menyebut hanya tersisa sekitar 5.000-an penyelam. Bahkan 85% di antaranya sudah berusia di atas 50 tahun.
Sumber:
jpf
wikipedia
jpf
wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)