Tampilkan postingan dengan label hebat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hebat. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Februari 2014
Inilah Dosa Yang Lebih Hebat Daripada Berzina
Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-hayang . Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa dia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang sedang meruyak hidupnya.
Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk.”
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus menunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”
“Apakah dosamu wahai wanita?” tanya Nabi Musa as terkejut.
“Saya takut mengatakannya,” jawab sang wanita.
“Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.
Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.”
Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun…. lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya….. cekik lehernya sampai…..mati”, ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.
Nabi Musa as berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan jahat, nyah Ente dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku kerana perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata kerana jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah keluar. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa as.
Ratap tangisnya amat memilukan. Dia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan dia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.
Dia tidak tahu bahawa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?”
Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita penzina dan pembunuh itu?”
Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?”
“Ada!” jawab Jibril dengan tegas.
“Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.
“Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tidak menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.”
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahawa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah - olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba - Nya.
Jelajah Unik
Minggu, 02 Februari 2014
Wanita Wanita Penyelam Hebat dari Timur Jauh
Negeri-negeri di ujung timur seperti Jepang dan Korea memiliki beragam tradisi nan unik dan menakjubkan. Salah satunya adalah kedigdayaan para perempuan yang bekerja keras demi keluarga. Mereka bahkan rela mencari ikan menyelam ke laut dalam tanpa peralatan apa pun. Ternyata tradisi ini sudah bertahan sejak ribuan tahun.
Di Jepang, mereka disebut Ama (kata "ama" juga dipakai untuk penyelam laki-laki, namun yang membedakan penulisan huruf kanjinya). Para penyelam ini mencari ikan hingga kedalam 25 meter atau lebih di bawah laut tanpa tangki oksigen atau alat bantu pernapasan lainnya.
Di Jepang, mereka disebut Ama (kata "ama" juga dipakai untuk penyelam laki-laki, namun yang membedakan penulisan huruf kanjinya). Para penyelam ini mencari ikan hingga kedalam 25 meter atau lebih di bawah laut tanpa tangki oksigen atau alat bantu pernapasan lainnya.

smh.com.au
Konon ama sudah ada sejak 2000 tahun lalu. Beberapa referensi yang menyebut tentang ama misalnya koleksi puisi Manyoshu dari abad ke 8 dan buku Sei Shonagons dari abad ke 10. Ama juga pernah dimunculkan dalam film James Bond "You Only Live Twice" (1967).
Hingga tahun 1960-an, perempuan yang menjadi ama biasa berenang bertelanjang dada. Pelindung tubuh hanya di bagian perut ke bawah, yang disebut fundoshi. Seiring perubahan jaman, barulah mereka menggunakan pakaian yang lebih lengkap.
Hingga tahun 1960-an, perempuan yang menjadi ama biasa berenang bertelanjang dada. Pelindung tubuh hanya di bagian perut ke bawah, yang disebut fundoshi. Seiring perubahan jaman, barulah mereka menggunakan pakaian yang lebih lengkap.

en.wikipedia.org

i-art-rachel.blogspot.com
Ada beberapa teori yang menyebabkan para perempuan tersebut menjadi penyelam laut dalam. Kemungkinan di jaman dulu jumlah lelaki dan perempuan seimbang. Ketika kaum laki-laki memilih pergi berlayar menjadi pelaut, para wanita yang berdiam di rumah mencari ikan dengan cara menyelam. Akhirnya kebiasaan ini diteruskan dari generasi ke generasi.
Haenyo
Hampir serupa dengan Jepang, di Korea juga ada tradisi yang mirip. Kaum wanita penyelam laut dalam ini disebut Haenyo (arti: wanita laut) dan banyak terdapat di propinsi Jeju.

skippingstarsproductions.wordpress.com
Menurut hikayat, hingga abad ke-19 menyelam untuk mencari ikan hanya dikerjakan oleh kaum pria. Tingginya pajak yang dikenakan oleh kerajaan membuat pekerjaan ini tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan hidup. Akhirnya para wanita yang mengambil alih.
Uniknya, ketika para wanita pergi menyelam maka kaum pria yang bertugas sebagai bapak rumah tangga di rumah merawat anak. Bisa dibilang, kaum perempuan menjadi kepala rumah tangga. Pemandangan seperti ini bisa dijumpai di Pulau Mara.
Uniknya, ketika para wanita pergi menyelam maka kaum pria yang bertugas sebagai bapak rumah tangga di rumah merawat anak. Bisa dibilang, kaum perempuan menjadi kepala rumah tangga. Pemandangan seperti ini bisa dijumpai di Pulau Mara.

odditycentral.com
Namun belakangan, berkembangnya industri di Korea semakin memangkas habis jumlah haenyo. Banyak perempuan yang bertumbuh dewasa memilih bekerja di pabrik atau pindah ke kota besar. Bila di tahun 1950 dilaporkan masih ada sekitar 30.000 penyelam wanita, kini data yang diambil tahun 2003 silam menyebut hanya tersisa sekitar 5.000-an penyelam. Bahkan 85% di antaranya sudah berusia di atas 50 tahun.
Sumber:
jpf
wikipedia
jpf
wikipedia
Langganan:
Postingan (Atom)