Tampilkan postingan dengan label !. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label !. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 Maret 2014
Usir Kecoa dengan Mentimun !
Cara paling sering dilakukan untuk mengusir kecoak adalah dengan menggunakan cairan pengusir serangga. Namun, kandungan zat kimia dalam cairan tersebut seringkali pula tidak cocok dengan bagian-bagian tubuh manusia.

Bagi beberapa orang yang sensitif dengan cairan mengandung bahan kimia ini, dapat beralih dengan cara-cara alamiah, seperti:
Pakai timun atau lemon
Ambil timun atau lemon dan potong menjadi bagian-bagian kecil lalu letakkan di tempat-tempat yang sering dilalui kecoak.
Ambil daun salam
Letakkan beberapa lembar daun salam yang biasa dilalui serangga ini.
Biji bunga lavender
Ambil segenggam biji dan letakkan dalam wadah kecil. Letakkan wadah berisi biji-biji tersebut di beberapa tempat, misalnya kamar mandi atau dapur. Aroma wangi lavender sangat tidak disukai kecoak.
Kapur barus
Aroma kapur barus pun tak ubahnya biji bunga lavender. Bau kapur barus sangat tidak disukai kecoak sehingga cocok diletakkan di tempat-tempat yang biasa dilalui serangga ini.
Namun, meskipun cara-cara mengusir kecoa ini sudah Anda terapkan, kecoak masih berkeliaran di lingkungan tempat tinggal Anda. Untuk itu, sempatkan waktu membersihkan saluran air atau selokan yang mampet di depan rumah. Tempat lembab dan kotor seperti ini adalah hunian favorit kecoak.
sumber:
dunia-unik.com
Bagi beberapa orang yang sensitif dengan cairan mengandung bahan kimia ini, dapat beralih dengan cara-cara alamiah, seperti:
Pakai timun atau lemon
Ambil timun atau lemon dan potong menjadi bagian-bagian kecil lalu letakkan di tempat-tempat yang sering dilalui kecoak.
Ambil daun salam
Letakkan beberapa lembar daun salam yang biasa dilalui serangga ini.
Biji bunga lavender
Ambil segenggam biji dan letakkan dalam wadah kecil. Letakkan wadah berisi biji-biji tersebut di beberapa tempat, misalnya kamar mandi atau dapur. Aroma wangi lavender sangat tidak disukai kecoak.
Kapur barus
Aroma kapur barus pun tak ubahnya biji bunga lavender. Bau kapur barus sangat tidak disukai kecoak sehingga cocok diletakkan di tempat-tempat yang biasa dilalui serangga ini.
Namun, meskipun cara-cara mengusir kecoa ini sudah Anda terapkan, kecoak masih berkeliaran di lingkungan tempat tinggal Anda. Untuk itu, sempatkan waktu membersihkan saluran air atau selokan yang mampet di depan rumah. Tempat lembab dan kotor seperti ini adalah hunian favorit kecoak.
sumber:
dunia-unik.com
Jumat, 22 November 2013
7 Fakta Penyebab Mutu Pendidikan di Indonesia Rendah !
1. PEMBELAJARAN HANYA PADA BUKU PAKET
Di indonesia telah berganti beberapa kurikulum dari KBK menjadi KTSP. Hampir setiap menteri mengganti kurikulum lama dengan kurikulum yang baru. Namun adakah yang berbeda dari kondisi pembelajaran di sekolah-sekolah? TIDAK. Karena pembelajaran di sekolah sejak jaman dulu masih memakai KURIKULUM BUKU PAKET. Sejak era 60-70an, Pembelajaran di kelas tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Apapun kurikulumnya, guru hanya mengenal buku paket. Materi dalam buku paketlah yang menjadi "ACUAN" pengajaran guru. Sebagian Guru Tidak pernah mencari sumber refrensi lain sebagai acuan belajar.
2. PEMBELAJARAN DENGAN METODE CERAMAH
Metode pembelajaran yang menjadi favorit guru mungkin hanya satu, yaitu metode berceramah. Karena berceramah itu mudah dan ringan, tanpa modal, tanpa tenaga, tanpa persiapan yang rumit, Metode ceramah menjadi metode terbanyak yang diapakai guru karena memang hanya itulah metode yang benar-benar di kuasai sebagain besar guru. Pernahkah guru mengajak anak berkeliling sekolahnya untuk belajar ? Pernahkah guru membawa siswanya melakukan percobaan di alam lingkungan sekitar ? Atau pernahkah guru membawa seorang ilmuwan langsung datang di kelas untuk menjelaskan profesinya? mungkin hanya satu alasannya, yaitu Biaya
3. KURANGNYA SARANA BELAJAR
Sebenarnya, perhatian pemerintah itu sudah cukup, namun masih kurang cukup. Pemerintah yang semangat memberikan pelatihan pengajaran yang PAIKEM (dulunya PAKEM) tanpa memberikan pelatihan yang benar-benar memberi dampak dan pengaruh. Malah sebaliknya, pelatihan metode PAIKEM oleh pemerintah dilaksanakan dengan hanya berupa Ocehan belaka.
4. PERATURAN YANG TERLALU MENGIKAT
Ini tentang KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang seharusnya sekolah memiliki kurikulum sendiri sesuai dengan karakteristiknya. Namun apa yang terjadi? Karena tuntutan RPP, SILABUS yang "membelenggu" kreatifitas guru dan sekolah dalam mengembangkan kekuatannya. Yang terjadi RPP banyak yang jiplakan (bahkan ada lho RPP dijual bebas, siapapun boleh meniru). Padahal RPP seharusnya unik sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah. Administrasi-administrasi yang "membelenggu" guru, yang menjadikan guru lebih terfokus pada administrator, sehingga guru lupa fungsi utama lainnya sebagai mediator, motivator, akselerator, fasilitator, dan lainnya.
5. GURU TIDAK MENANAMKAN SOAL "BERTANYA"
Lihatlah pembelajaran di ruang kelas. Sepertinya sudah diseragamkan. Anak duduk rapi, tangan dilipat di meja, mendengarkan guru menjelaskan. seolah-olah Anak "Dipaksa" mendengar dan mendapatkan informasi sejak pagi sampai siang, belum lagi ada sekolah yang menerapkan Full Days. Anak diajarkan cara menyimak dan mendengarkan penjelasan guru, sementara kompetensi bertanya tak disentuh. Anak-anak dilatih sejak TK untuk diam saat guru menerangkan, untuk mendengarkan guru. Akibatnya Siswa tidak dilatih untuk bertanya. Siswa tidak dibiasakan bertanya, akibatnya siswa tidak berani bertanya. Selesai mengajar, guru meminta anak untuk bertanya. Heninglah suasana kelas. Yang bertanya biasanya anak-anak itu saja.
6. METODE PERTANYAAN TERBUKA TIDAK DIPAKAI
Salah satu ciri negara FINLANDIA yang merupakan negara ranking pertama kualitas pendidikannya adalah dalam ujian guru memberkan soal terbuka, siwa boleh menjawab soal dengan membaca buku. Sedangkan Di Indoneisa? tidak mungkin, guru pasti sudah berfikir, "nanti banyak yang nyontek dong," begitu kata seorang guru. Guru Indonesia belum siap menerapkan ini karena masih kesulitan membuat soal terbuka. Soal terbuka seolah-olah beban berat. Mendingan soal tertutup atau soal pilihan ganda, menilainya mudah, begitu kira-kira alasan guru sekarang.
7. FAKTA TENTANG MENYONTEK
Siswa menyontek itu biasa terjadi. tapi, guru tidak akan lelah untuk memperingatkannya, Tapi apakah kalian tahu kalau "guru juga menyontek" ? Ini lebih parah. Lihatlah tes-tes yang diikuti guru, tes pegawai negeri yang di ikuti guru, menyontek telah merasuki sosok guru. guru aja menyontek apalagi siswanya.
Langganan:
Postingan (Atom)